Terbaik bagi Anda, Terbaik bagi Kami

Detil Berita









iklan_kiri9.jpg

Administrator | Kamis, 30 Apr 2020 11:57 WIB

10 Tips Menjaga Daya Tahan Tubuh di Bulan Puasa Ditengah Pandemik COVID-19




Umat muslim tengah menjalankan ibadah puasa 1 Ramadan 1441 Hijriah atau 2020 Masehi, namun ada yang berbeda pada momen suci ini, puasa wajib umat muslim ini dilakukan di tengah wabah pandemi virus corona (COVID-19)

Agar bisa menjalani Ramadhan semaksimal mungkin, kita perlu berupaya untuk menjaga kesehatan tubuh. Sambil mengikuti tatanan berpuasa yang memang menyehatkan, kita juga perlu melakukan hal-hal lain yang bisa membantu beradaptasi dan membuat badan terasa bugar di sepanjang bulan suci. Hal ini diperlukan, terutama karena kali ini kita akan beribadah sambil berhati-hati menghadapi pandemi COVID-19. Lebih dari biasanya, kita perlu memiliki gaya hidup yang baik, agar tubuh tetap sehat selama beribadah.

Secara umum, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk menjaga kesehatan selama Ramadhan. Di antaranya, dengan tetap mengonsumsi makanan bergizi, beristirahat yang cukup, juga memiliki gaya hidup yang teratur. Selain itu, kita juga perlu untuk memperhatikan kondisi kesehatan khusus yang dimiliki sebelumnya, sekaligus tetap berolahraga pada saat yang memungkinkan.

1. Konsumsi makanan bergizi saat sahur dan berbuka puasa

Kunci utama dari menjaga tubuh tetap bugar adalah mengonsumsi makanan bergizi. Saat puasa di tengah pandemi COVID-19, Anda bisa menerapkannya saat sahur dan berbuka puasa.

- Sahur

Jangan sampai kita melewatkan sahur saat puasa karena ini bisa mengakibatkan menjadi lemas dan tubuh tidak bugar selama seharian penuh. Pilihlah makanan yang mengandung pati untuk memperoleh energi dan juga berserat tinggi, agar puasa dapat dijalani dengan lancar selama pandemi COVID-19 masih terjadi.

Selain itu, makanan mengandung pati pun dapat membantu kita merasa lebih kenyang serta juga baik untuk pencernaan. Berikut beberapa rekomendasi makanan yang bisa dikonsumsi saat sahur.

· Oatmeal

· Sereal

· Nasi

· Yogurt

· Roti

Selain makanan mengandung pati, makanan mengandung protein juga bisa menjadi pilihan. Dilansir dari Healthline, beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi sekitar 30% kalori makanan dari protein dapat mengurangi rasa lapar.

- Buka puasa

Saat buka puasa, hindari makan secara berlebihan. Hal ini justru dapat menyebabkan perut merasa kembung. Sebaiknya, berbukalah dengan air putih, makanan rendah lemak, dan makanan yang mengandung gula alami untuk memberi energi pada tubuh, seperti jus dan smoothies tanpa pemanis tambahan, kurma, buah, atau sup.

Setelah berbuka puasa, makanlah makanan dengan gizi yang seimbang, terdiri dari karbohidrat, protein, dan serat. Makanan dengan gizi seimbang dapat menjaga tubuh tetap bugar saat puasa dan selama pandemi COVID-19.

- Belanja makanan bergizi

Pandemi COVID-19 mungkin mengharuskan kita untuk tetap di rumah. Oleh karena itu, kita bisa lebih sering memasak untuk sahur dan berbuka puasa. Hal ini pun perlu dilakukan untuk menjaga makanan yang dikonsumsi tetap bersih, sehat, dan menghindari pergi ke luar selama COVID-19.

Pastikan pula kita telah membeli bahan makanan yang dibutuhkan. Selama puasa di tengah pandemi COVID-19 ini, pilihlah bahan makanan yang segar, tetapi bisa bertahan hingga satu minggu ke depan untuk menghindari berbelanja setiap hari. Sesuaikan juga bahan makanan tersebut dengan kebutuhan gizi agar tubuh tetap bugar saat puasa.

2. Cukupi kebutuhan air

Di saat berbuka puasa, banyak orang yang lebih suka minum-minuman manis dan melupakan air putih. Padahal, air putihlah yang lebih dibutuhkan tubuh untuk menjaga sistem imun tubuh.

Tidak ada yang melarang untuk melepaskan dahaga haus dengan minuman manis yang dingin itu, tapi kalau bisa, dahulukanlah air putih.

Dehidrasi bisa mengakibatkan lemas dan lelah saat puasa. Untuk itu, kita harus tetap memenuhi kebutuhan air saat puasa, yaitu delapan gelas sehari, agar tubuh tetap bugar. Kita bisa melakukannya ketika sahur, berbuka puasa, dan menjelang tidur untuk memenuhi kebutuhan cairan tersebut. Hal ini juga perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuh selama pandemi COVID-19.

3.Kurangi konsumsi gula

Seseorang memang disarankan mengonsumsi yang manis ketika berbuka puasa, tapi perlu diingat, mengonsumsi gula sevara berlebihan juga tidak baik bagi tubuhmu.

Mengonsumsi gula berlebih juga bisa meningkatkan risiko penyakit diabetes tipe 2, obesitas, dan penyakit jantung. Semua penyakit ini dapat melemahkan sistem imun tubuh. Maka dari itu, cobalah untuk mengurangi asupan gula di bulan puasa ini, demi sistem imun tubuh yang terjaga

4.Lengkapi nutrisi dengan multivitamin

Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi selama puasa adalah dengan mengonsumsi multivitamin kesehatan. Jenis mulitvatamin yang dipilih pun tentu harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan tubuh seseorang sehingga tidak bisa disamaratakan.

Suplemen khusus Ramadan berupa multivitamin yang dibutuhkan tubuh meliputi vitamin C, vitamin B kompleks, vitamin E, kalsium, dan zat besi, habbatussauda dan sari kunyit (turmeric).

Mengonsumsi multivitamin saat puasa bisa membantu menjaga kesehatan dan meningkatkan sistem imun dalam tubuh dan dapat mencegah berbagai penyakit yang disebabkan oleh virus maupun bakteri. Kandungan mineral dari multivitamin juga membantu memaksimalkan antioksidan, sehingga dapat melawan radikal bebas.

5.Perhatikan kondisi kesehatan khusus

Selama bulan Ramadhan, kita juga perlu memperhatikan kondisi kesehatan khusus yang dialami. Misal, bagi Anda yang kerap bermasalah dengan maag atau gastritis, agar puasa lancar, hindari mengkonsumsi makanan yang bisa membuat kondisi ini kambuh. Artinya, Anda perlu membatasi makanan yang terlalu pedas dan berminyak, maupun minuman seperti kopi dan soda. Bila pun ingin mengkonsumsinya, usahakan untuk hanya mengambil dalam jumlah sedikit.

Selain itu, Anda yang memiliki kondisi kesehatan khusus lainnya bisa juga untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum menjalani puasa. Ini dimaksudkan agar kita tetap bisa mengonsumsi obat-obatan atau vitamin yang diperlukan selama puasa berlangsung, agar kesehatan tubuh tetap terjaga.

6.Tetap berolahraga di rumah saja

Tak cuma itu, kita juga bisa menjaga kesehatan dengan tetap berolahraga di masa Ramadhan ini. Tidak perlu mencoba olahraga yang terlalu berat, asalkan badan tetap berkeringat dan bergerak. Misal, dengan melakukan bodyweight training yang ringan ataupun yoga. Bila takut membebani tubuh, kita bisa memilih untuk berolahraga beberapa jam sebelum berbuka.

Tidak ada larangan untuk tetap melakukan olahraga saat menjalankan puasa. Hanya saja kamu perlu pilih waktu yang tepat.

Biasanya seorang ibu akan sibuk menyiapkan makanan berbuka di sore hari, padahal kebanyakan orang inginnya olahraga jelang berbuka puasa agar selesai itu bisa langsung minum dan makan

Tips yang bisa kamu lakukan adalah sebagai berikut:

· Masak lebih awal. Kalau sudah beres, lakukan olahraga 20 menit sebelum waktu berbuka puasa. Ini cara tepat jika kamu ingin langsung minum air putih setelah berolah raga.

· Olahraga di pagi hari. Ini bisa dilakukan jika kamu tidak punya keluhan kesehatan. Kamu bisa langsung bersih-bersih dan mandi. Lebih baik olahraga daripada lanjut tidur di pagi hari habis sahur.

7.Tidur yang cukup

Tidur yang cukup dapat mengurangi stres. Adapun mengontrol stres sangat dibutuhkan untuk menjaga kesehatan mental dan fisik di tengah pandemi COVID-19

Selain itu, tidur juga baik untuk menjaga kebugaran tubuh saat puasa. Pastikan kita mendapatkan durasi tidur selama 6-8 jam sehari agar tidak mudah lelah saat puasa dan selama COVID-19.

8. Perhatikan kebersihan

Hal utama untuk mencegah penularan COVID-19 adalah menjaga kebersihan. kita perlu sering mencuci tangan dan segera melepaskan sepatu, jaket, tas, dan barang lainnya yang kita bawa segera setelah dari luar rumah.

Dengan diri dan lingkungan yang bersih dapat menjaga tubuh kita tetap sehat dan bugar yang dibutuhkan selama pandemi COVID-19 dan juga saat puasa.

Menjalani puasa di bulan suci Ramadan tahun ini terasa begitu berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, di mana untuk pertama kalinya seluruh umat muslim berpuasa di tengah pandemi virus corona (Covid-19). Sehingga menjalankan ibadah puasa kali ini seseorang dituntut untuk lebih bijak dan hati-hati lagi, utamanya untuk pencegah penularan virus corona.

Pandemi Covid-19 membuat seorang harus lebih berupaya mempertahankan dan meningkatkan kualitas hidup. Pasalnya, dampak virus corona tidak hanya memengaruhi kesehatan fisik, kesehatan mental, hingga aspek kehidupan seseorang baik secara psikologis, sosial, bahkan spiritual ikut diuji saat ini, termasuk pada saat menjalani ibadah puasa di bulan suci Ramadan seperti saat ini.

Di saat puasa, tubuh harus terhindar dari berbagai macam penyakit agar tetap bugar dan prima dalam menahan segala dahaga. Kondisi yang prima ini bisa kita dapatkan jika sistem imun dalam tubuh terjaga.

Menjaga sistem imun tubuh menjadi lebih penting saat berpuasa di tengah pandemi Covid-19. Sebab, tubuh cenderung lebih ‘ringkih’ saat tidak makan dan minum untuk jangka waktu yang lama. Di tambah ketika berpuasa, kandungan air dan zat besi di dalam tubuh akan berkurang. Kebutuhan nutrisi harian mungkin tidak terpenuhi semuanya jika kamu tidak cermat dalam menjaga kesehatan.

9.Menyusun jadwal

Kemudian, kita sebaiknya menyusun skala prioritas dan jadwal aktivitas selama Ramadhan. Ini bisa dilakukan dengan membagi waktu beristirahat, beribadah, juga waktu untuk bekerja dari rumah. Usahakan untuk mengikuti jadwal yang ada sebaik mungkin, agar Anda tetap bisa produktif sekaligus banyak mendapatkan porsi untuk beribadah. Dengan mengikuti jadwal dan menyusun prioritas, Anda juga bisa memberikan jeda bagi tubuh untuk beristirahat, agar tidak kelelahan karena serangkaian aktivitas yang dilakukan sambil berpuasa.

10.Lakukan hal yang kamu senangi

Selain menjaga kesehatan fisik, kamu perlu menjaga kesehatan mental. Termasuk menjaga hubungan dengan pasangan dan anak-anak.Lakukan hal yang kamu senangi seperti menjahit, bermain alat musik, membuat cerita pendek, memasak atau sekadar nonton acara televisi.Apapun yang membuat diri kita senang.

Jangan sampai wabah Covid-19 menghambat pelaksanaan puasa kamu dan keluarga. Ibadah harus tetap berjalan agar pahala terus mengalir di bulan penuh berkah.